Previous Page  10 / 152 Next Page
Information
Show Menu
Previous Page 10 / 152 Next Page
Page Background

P

erjalanan menemukan jati diri

tidak selalu lurus-lurus saja.

Kadang kala ada hal-hal yang

harus dikorbankan misalnya saja

pendidikan. Pilihan yang sulit ini akhirnya

dijalani oleh Dinda Firmansyah, builder

muda asal kota Kembang, Bandung yang

memilih untuk mengikuti passionnya

terjun didunia custom garage.

Gindin sapaan akrabnya, dia menjadi

motor dari Hollister-Land, garage yang

mulai dijalankan pada 2013 di Lembang,

Bandung, Jawa Barat. “Sebenarnya

Hollister-Land ini adalah pilihan antara

jalanin bengkel atau kuliah. Pilihan yang

sulit karena mau kuliah tapi utang ke

orang tua, bengkel passion. Tapi karena

udah passion di motor ya mau gimana

lagi pilihannya mengorbankan dulu sisi

pendidikan. Sekarang udah di ujung nih

udah Bab 3” buka Gindin.

Sambungnya lagi, “Nah untungnya,

orang tua pun mendukung kasih

kepercayaan pada pilihan saya. Apalagi

setelah melihat usaha kita ada hasilnya,

anaknya menghasilkan karya tentunya

mereka seneng,” imbuh builder 27 tahun

ini.

Sebenarnya Gindin tak sendirian, apa

yang dialaminya juga banyak terjadi

pada mereka yang mengejar passionnya.

Semuanya balik lagi ke masing-masing.

Beruntungnya orang tua support apa

yang dilakukan. Ditambah sang ayah

yang memiliki basic pabrikasi, sehingga

beberapa kebutuhan seperti alat-

alat bengkel tak terlalu memberatkan

perjalanannya.

Kampusnya di ITENAS memang dikenal

sangat mendukung mahasiswa untuk

belajar segala hal sampai tentang motor

custom. “Di kampus (2010) itu kan ruang

lingkupnya luas. Di parkiran itu nggak

banyak motor umum, banyakan motor

custom, klasik, yang antik-antik lah

sampai ke dosen-dosennya. Saya jadi

keracunan,” tambahnya.

Berangkat dari pertemanan di motor,

customer pun datang dengan sendirinya.

“Saya sendiri harus mencari kelebihan

dari Holister Land sebagai USP (unique

selling point) di mata customer. Saya

mantengin hasil kerjaan bengkel-

bengkel lain agar bisa cari perbedaan.

Kalau untuk membangun brand image

intinya update lah, dan saling sapa di

social media. Karena customer juga kan

banyakannya dari sana,”

Menurutnya, sebuah custom garage

tetap membutuhkan pendukung produk

sebagai penopang bengkelnya dan

menjadi pembeda dengan garage lain. “Di

Hollister itu ada produk Slave Industries

yaitu fabrikasi exhaust motor. Marketnya

untuk motor custom dan klasik mulai dari

200 cc - 2000cc kita jabanin. Untuk yang

ready stock ada sejenis Scorpio, W175

dan Royal Enfield. Ada yang full system

dari yang stainless dan saat ini sedang

riset merambah ke bahan titanium,” kata

Gindin.

“Knalpot ini bukan lagi penunjang sih, tapi

bisa dibilang pondasi bisnis. Karena kan

prosesnya cepet, kalau pasang langsung

paling cuma 2 hari sampai maksimal 1

minggu. Dan menurut saya penting untuk

custom garage buat memiliki penunjang

lain apapun produk yang dihasilkan

untuk bisnisnya,” tutup Gindin yang saat

ini memiliki 2 karyawan.

GASTANK MAGAZINE

10