Ducati Monster 400 1998, Batal Pindah Tangan

Jan 23, 2015 Custom Bike
lead-ducati-axl.jpg Kalau saja tidak terlintas dalam pikiran Bimo Bongi buat custom motornya mungkin Ducati Monster 400 miliknya ini sudah pindah ketangan orang lain. Pasalnya dengan body bawaan motor yang mulai enggak sedap dipandang dan kondisi karburator yang masih bermasalah sempat Bimo sempaNah, ceritanya saat Bimo sedang berburu karburator milik Ducati Moster ini diebay dia sempat melihan gambar Ducati Monster yang tampilannya sudah berubah total menjadi besutan flat tracker. “Ducati Monster flat tracker ini garapan Earle Motors yang digawangi oleh Alex Earle, merupakan desainer produk Otomotif khususnya roda dua,” cerita Bimo yang juga sudah menjual kit bodinya untuk Ducati. Kejar tampilan bergaya motor balap trek oval itu, seluruh bodi bawaan Ducari Monster yang nempel pada motor harus dipensiunkan. “Kita ganti seluruh bodinya dengan bahan carbon fiber yang modelnya lebih slim,” ujar Ari Supriyanto, builder dari workshop Protehnics yang mengerjakan custom motor ini. ducati-pro-T-axl-05.jpg                 Seperti desain custom yang ditampilkan pada motor aslinya, rancangan body baru ini menganut model menyatu. Maksudnya mulai dari tangki dan body belakang seluruhnya dibuat menjadi satu bagian, enggak ada yang terpisah. “Model rangka tubular yang ada pada Ducati Monster memungkinkan tangki dan bodinya dibuat menjadi satu,” lanjut pria yang buka bengkel di kawasan Rempoa, Tangerang Selatan ini. Proses pembuatan body dilakukan dengan moke up terlebih dulu dan langsung dilakukan pada rangka motor yang sudah telanjang. Sehingga bodi bisa langsung dibentuk biar pas dengan desain yang diinginkan. “Bila ada detail bodi ada yang ingin dikoreksi, bisa lebih mudah,” urai Hashim yang dipercaya oleh Protehnic untuk mengolah areal bodinya. Nah, selanjutnya untuk tangki desainnya dibuat slim yang posisinya numpang di atas rangka tubular, jadi bagian frame depan yang jadi ciri khas Ducati Monster ini terekspose. Sedangkan untuk buntut belakang dibuat membulat menyatu bodi samping. Untuk desain cover kanan dan kiri dibuat melebar yang berfungsi sebagai cover knalpot. Sedangkan joknya langsung ditempel di antara tangki dan body belakang. Sedangkan tampilan bagian depan motor dibuat simpel layaknya besutan tracker saat berlaga di arena sirkuit. Dilengkapi dudukan nomer start motor seperti motor balap flat track, tetapi lantaran dipakai buat harian dudukan nomor ini juga dipasang lampu utama model bulat yang dimensinya enggak terlalu besar. Bagian rodanya masih tetap pakai pelek standar model palang tiga, namun untuk meyesuaikan dengan konsep besutan flat track langsung diganti dengan ban kasar produk import yang biasa dipakai motor dual purpose. Biar tampilannya makin sangar posisi knalpot juga ikutan diolah. “Bagian silincer ditekuk ke atas sejajar dengan buntut motor. Saluran buang ini dibuat terpisah, membuat bagian buritan motor lebih berisi pakai bahan stainless steel,” tutup Ari yang andalkan setang lebar lansiran Renthal tipe Fatbar. ducati-pro-T-axl-02.jpg       ducati-pro-T-axl-08.jpg     ducati-pro-T-axl-03.jpg   ducati-pro-T-axl-09.jpg         Penulis: Belo, Foto: Herry Axl