FLAT TRACK FRIDAY | HARLEY-DAVIDSON XR750 STORY

FLAT TRACK FRIDAY | HARLEY-DAVIDSON XR750 STORY

Des 28, 2019

Bicara flat track racing memang tidak bisa lepas dari sosok Harley-Davidson XR-750. Menjadi motor yang diriset untuk kepentingan balap diproduksi oleh Harley-Davidson sejak tahun 1970. XR-750 dirancang sebagai respons terhadap perubahan 1969 dalam peraturan AMA Grand National Championship yang membuka merek selain Harley-Davidson ikut serta.

Tidak salah jika Harley-Davidson XR750 tercatat sebagai salah satu andalan H-D yang fenomenal diantara jajaran produknya. Pada era tahun 1970-an, motor ini makin populer berkat aksi nekat Even Knievel melompati deretan truk dan mobil.

Kemampuann XR750 juga mendominasi di arena American Motorcyclist Association (AMA). Regulasi AMA disebut-sebut menguntungkan XR750.  Ini lantaran para pesaingnya menganut mesinoverhead-valve (OHV) yang umum digunakan oleh Triumph, BSA dan Norton dan dibatasi kapasitasnya hanya sampai 500cc.

Alhasil sukses diajang balap membawa XR750 diminati pasar saat itu. XR750 banyak digunakan juga untuk motor harian. Saat itu, produk-produk Inggris mulai surut penjualannya pada 1970-an, sementara sepeda motor dengan kapasitas mesin 650-750cc semakin meningkat.

XR750 terus berkembang, mesin pun semakin lama semakin mumpuni karena revisi dan perbaikan. Bahkan penyakit awal, mudah overheat sudah tidak membayangi lagi. Terakhir dengan penerapan alloy head untuk V-twin 750 cc itu yang mampu membuat mesin tidak cepat panas. Sejak direlease 1972 sampai 2008, XR750 telah memenangkan 29 dari 37 balapan dirt track AMA Grand National Championship.

Alloy head itu disempurnakan oleh Jerry Branch dari Branch Flowmetrics di Long Beach, dengan porting. Hasilnya memang sedikit lebih besar dibandingkan dengan mesin iron head sebelumnya. Ubahan lainnya dengan memperbesar bore menjadi 78,7 mm dan stroke diperpendek menjadi 76,2 mm. Dengan suplai kabut bahan bakar oleh Mikuni 36 mm pada masing-masing silinder, hasilnya mesin alloy head itu menghasilkan 82 daya kuda pada 7.700 rpm, dan kecepatan puncaknya bisa mencapai 185 km/jam.

Sukses diajang flat track membuat pabrikan dari Milwaukee itu mengembangkan versi road racing, dengan nama XRTT, Nama belakangnya merujuk pada Isle of Man Tourist Trophy (TT). Tentunya perlu banyak modifikasi untuk bisa berkompetisi di jalanan aspal. Road racing akan membutuhkan stop and go yang sering.

Hasilnya cukup unik, rem depan masih menggunakan tromol dengan 4 brake shoe produk Fontana. Dan pada bagian belakang barulah menggunakan rem cakram tunggal. Meskipun kemudian penerapan tromol ganda di bagian depan justru membuat bagian depan terlalu berat yang akhirnya diganti dengan cakram.

XRTT dilengkapi dengan fairing serat kaca dengan pelindung panas untuk kaki. Tangkinya berkapasitas 23 liter, dan tangki oli berbahan aluminium.

Produk Ceriani dan Girling diaplikasi untuk shock ganda nya, konfigurasi suspensi yang sama dengan model flat tracker-nya. Pada XRTT mesin menghasilkan 80 daya kuda pada awal diperkenalkan 1972, sedangkan model terakhir 2008 mesinnya mampu meyemburkan tenaga 100 daya kuda.

Teks: Olebelo

Foto: silodrome, 95customs