Honda CB125SS 1967, Putus Asa Kejar Orisinal

Feb 04, 2015 Custom Bike
2unnamed.jpg Honda CB125SS lansiran ’67 populasinya terbilang terbatas di Indonesia, kalau lihat tampilan standarnya hampir mirip dengan Honda Dream 301 cuma bodi lebih ramping meyesuikan dengan kapasitas mesin kecil. Kebetulan Harret Frastio yang juga juragan helm Elders lagi gandrung sama motor lawas Honda, dari beberapa kolesi salah satu yang jadi andalan Honda CB125SS. Motor yang satu ini sudah berganti tampilan bergaya motor balap jadul yang lebih mirip tampilan motor balap Gp lawas. “Saat mendapatkan motor kondisinya sangat mengenaskan, kalau mau dibuat orisinal bakal makan waktu lama, akhirnya sekalian dicustom aja,” urai pria yang berprofesi sebagai fotografer komersil ini saat berjumpa Gastank di kantornya. 1unnamed.jpg 5unnamed.jpg Setelah desain disepakati, barulah Harret melengkapi detail part tambahan lainnya untuk merealisasikan desain yang diinginkannya. Utamanya buat tangki motor model balap lawas Honda RC110 yang memang modelnya ramping khas motor balap pada era ‘60an. “Untuk tangkinya gue order langsung lewat ebay kebetulan ada yang jual,” lanjutnya. Buat mendesain bodi secara keseluruhan, Heret dibantu Yusuf Abdul Jamil dari Lawless Jakarta. “Untuk fairing full dress yang jadi ciri motor balap GP seluruhnya mengandalkan plat besi, termasuk dengan buntut belakang dan tatakan joknya,” urai Ucup sapaan akrab Yusuf Abdul Jamil yang order khusus winshilednya produk custom lokal dari Geba Leisure Part. Hasil custom atau restorasi garapan Lawlles Jakarta memang dikenal apik soal pengerjaan detailnya, makanya finishing touch yang ditampilkan pada CB125 Twin ini sangat baik. Mulai dari buntut tawon yang khas aliran cafe racer, sampai bodi depan yang dibuat minim lekukan dan terlihat aerodinamis hampir mirip fairing aslinya RC110. 4unnamed.jpg unnamed.jpg Engga cuma fokus pada areal bodi untuk kejar tampilan racing, posisi duduk berkendara motor ini bisa lebih terasa kala riding. Model tangki dan pemasangan footstep racing yang lebih mudur membuat posisi berkendara berubah. “Riding posisition jadi agak ke belakang dan posisi badan jadi agak merunduk, layaknya balap era 60-an,” tegas Ucup yang gerainya bermarkas di Jl. Kemang Selatan 8, No. 67K, Jakarta Selatan. Selanjutnya dua buah knalpot yang berada pada sisi kiri dan kanan dicustom agar menghasilkan suara menggelegar. Buat sentuhan akhir, bagian bodi ikut dilabur warna silver dan bertuliskan angka 13. Sedangkan frame, dilabur kelir merah. Penulis: Olebelo, Foto: Endro 3unnamed.jpg