Honda S65 1966, Ambil Nyawa Honda Win125

Jan 13, 2015 Classic Bike
Varian Honda lawas yang beredar di tanah air jumlahnya terbatas, padahal dinegeri asalnya Jepang cukup banyak modelnya. Seperti Honda S65 ini yang sosoknya terbilang langka, makanya besutan yang di Amerika disebut “Little Black Bomber” ini cukup jadi incaran kolektor. Beruntung bagi Thamrin yang akhirnya bisa meminang motor dengan kapasitas mesin 65cc produksi tahun 1966. “Saya mendapatkan motor ini dari teman kecil yang tinggal di Singkawang, tanah kelahiran saya,” jelas kolektor motor lawas yng tinggal di bilangan Ciracas, Jakarta Timur. DSC_0019.jpg DSC_0020.jpg DSC_0035.jpg DSC_0027.jpg Bila mengamaati Honda S65 ini sekilas tampilannya hampir sama dengan Honda S90 yang beredar di tanah air, tetapi untuk detailnya ada perbedaan utamnya bagian fork yang aplikasi model link. Sok depan konvensional ini terpasang mirip seperti Honda C50 Pispot. Sayangnya saat mendapatkan motor ini kondisinya dalam keadaan mesin mati dan bagian bodi tidak terawat lantaran termakan zaman. Untuknya rangka, tangki, dan kaki-kaki serta kelengkapan lainnya termasuk spedometer masih terbilang utuh dan masih bisa dipakai lagi. Tetapi saat ngecek areal mesin harapan Thamrin masih bisa direstorasi, ternyata saat mesinnya dibongkar banyak part yang rusak. “Sudah coba berburu tetapi ternyata keberadaan suku cadangnya sulit dicari,” cerita pria ramah ini yang msih berharap bisa mendapatkan mesin aslinya meskipun copotan. Kadung jatuh cinta !  Dengan kondisi tanpa mesin motor langsung direstorasi, seluruh part yang ada dibersihakan dan dicat ulang beberapa bagian detail bodi yaitu cover tangki juga ikut dikrom. “Saya hampir frustasi membangun motor ini karena part mesin yang masih kurang tidak kunjung didapat,” urainya. Ketimbang Honda S65 gagal mengaspal akhirnya dipilih jalan pintas, sebagai solusinya pakai copotan dari mesin Honda Win125. Menurut Thamrin setelah diamati mesin Honda Win modelnya hampir mirip dengan aslinya yang sama-sama bermesin tidur. Apalagi saat dipasang ke rangka S65 mesin Honda Win juga enggak memerlukan ubahan yang radikal, cuma bikin lubang baru pada rangka monokok bawah untuk meyesuiakan dudukan mesinnya. “Sebetulnya pakai mesin S90 juga bisa tetapi saya ingin performa motor tetap bertenaga, makanya saya pilih Win karena kapasitas mesin lebih besar dan pakai kopling manual seperti aslinya,” jelas pria yang punya banyak koleksi motor lawas buatan Eropa dan Jepang ini. Sebetulnya tampilan aslinya S65 bergenre scrambler dengan ciri bagian corong knalpotnya menekuk ke atas . Tetapi lantaran Thamrin lebih suka dengan motor jalan raya makanya knalpot dipasang model rata. “Knalpot yang saya pasang ini milik Honda S90 dimensinya pas banget enggak kelihatan kedodoran,” tutupnya. DSC_00240.jpg DSC_0037.jpg DSC_0039.jpg DSC_0015.jpg Penulis: Olebelo, Foto: Olebelo