Indonesian Attack 2019 | Garuda Jadi Perhatian

Indonesian Attack 2019 | Garuda Jadi Perhatian

Des 05, 2019 Custom Bike

Tim Indonesian Attack bersama dengan Kustomfest yang membawa motor-motor kustom karya builder Indonesia ke ajang Yokohama Hotrod Custom Show ke-28 ini baru saja menuntaskan tugasnya mengharumkan nama bangsa.

Delapan motor hasil karya dari Queen Lekha Choppers, Kedux Garage, Geges Garage, Imagineering Custom, AMS Garage, Kweni 5 Chopper, dan CF Custom dipamerkan pada ajang custom exhibition terbesar di dunia mendapatkan apresiasi dari pengunjung dan tamu Internasional yang hadir.

“Builder, media, dan publik Jepang umumnya sangat menantikan kehadiran karya KUSTOMFEST Indonesian Attack 2019, khususnya untuk line-up tahun ini builder di Jepang sangat mengapresiasi craftmanship, konsep dan estetika teknikal yang terus bertambah, mereka sangat melihat keseriusan kita mempersiapkan karya,” ujar Aan Fikriyan selaku Wakil Direktur Kustomfest.

Aan menambahkan kalau tim Indonesian Attack masih konsisten membawa 8 karya motor berbeda setiap tahun,  melintasi  ribuan kilometer sampai Jepang  yang notabene sebagai barometer kegilaan engineering yang memang untuk keberangkatannya butuh militansi yang luar biasa. Apalagi biaya untuk memberangkat motor itu ditanggung masing-masing builder dan pemilik motornya.

“Dari perjalanan ini publik internasional sangat memahami ini semua adalah proses yang harus dilewati builder Indonesia, dan mereka sangat antusias untuk melihat pergerakan kustom kulture Indonesia dimasa mendatang,” lanjut Aan lagi.

Nah, yang membaggakan motor dengan basic H-D Panhead ‘Garuda’ milik Tommy Sunu  karya Queen Lekha Choppers mendapat beberapa apresiasi dari builder internasional. Seperti Ben "THE BOOG" Zales' Pick @bentheboog, Tom Heavey's Pick @oldtrump, dan  FKC Mooneyes Spain's Pick @fkc_mooneyes_spain. Sedangkan motor karya Keduk Garage mendapatkan honorary pick dari FKC Mooneyes Spain.

“Super duper istimewa tanggapan para builder mengenai motor Garuda karena detail dan body shapenya mempunyai karakteristik dan sulit saat proses pengerjaannya. Selain itu tema batik yang diangkat dan cara membatik motor karya Fahmi Freeflow juga menjadi magnet,” ujar Yayak builder dari Queen Lekha Choppers yang bangga bisa membawa nama Indonesia lewat karyanya.

Indonesia adalah bagian dari pergerakan kustom kulture dunia, lebih dari sekedar eksistensi setiap karya adalah perwujudan dari pemikiran yang harus ditempa terus menerus! Jangan cepat berpuas diri, ini semua hanyalah permulaan!

Teks: Oleb, Foto: Kustomfest, Queen Lekha, Kedux Garage, Istimewa.