Jogja Artweeks, Kustomfest Art Garage

Jun 16, 2015 Event
Siang-dan-malam-berbagai-kalangan-berkun Bulan Juni menjadi moment spesial para pelaku seni di kota Yogyakarta, mereka berhimpun menggelar ragam kegiatan yang berkaitan dengan seni pada bertajuk Jogja Artweeks. Selama satu bulan penuh beragam agenda seni rupa secara serentak digelar diberbagai ruang pameran dan galeri seni. Tahun ini bertepatan dengan momentum penyelenggaraan ART|JOG 8, Kustom kulture sebagai sebuah pergerakan budaya yang menggabungkan elemen proses, seni dan engineering telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah seni pada umumnya. Indonesian Kustom Kulture Festival (Kustomfest) pada kesempatan ini juga ikut berpartisipasi dengan kegiatan kustom kulture dan seni rupa. Art-Garage-menginpirasi-jembatan-generas “Art Garage merupakan sebuah agenda yang menghubungkan kustom kulture dengan perkembangan seni rupa, kedepan saya berharap pelaku kustom kulture bisa menyerap ide dunia seni rupa dan berlaku sebaliknya, sehingga lahir karya baru yang menginpirasi banyak orang. Acara ini sekaligus sebagai pemanasan jelang Kustomfest 2015 – Showin Soul’, bulan Oktober mendatang” Ungkap Lulut Wahyudi selaku Direktur Kustomfest. Astina-Pura-MC-Live-Pinstriping-on-Becak Kustomfest menggelar pameran dan pertunjukan seni rupa dari sudut pandang pelaku Kustom Kulture bertajuk “Kustomfest Art Garage”. Bertempat di Retro Classic Cycles, tak kurang dari 60 karya seni dipamerkan selama tiga hari (9 s/d 11 Juni 2015). Asyiknya selama pameran pengunjung juga bisa menyaksikan karya Retro Classic Cycles dan melihat proses pengerjaannya secara langsung. Beragam-proses-dan-pertunjukan-ditampilk Pameran yang baru digelar perdana ini melibatkan beberapa artis seni rupa dan pegiat kustom kulture seperti Diki Leos, Ronie Arto, Helly Mursito, Gento YK (Gerombolan Tukang Tato Yogyakarta), Jathy Pradipta “SURCLAS”, One Junx “Nerakatau69”, Titah Argayoga “Exsoutheast Color House” dan salah satu artis muda berbakat berumur 15 tahun Radja Tahta Jasa. Live-Tattooing-oleh-Jathy-Pradipta-Berta Sementara itu Ketua Yayasan Biennale Jogja, sebagai pemerhati perkembangan seni rupa Indonesia , Yustina Neni mengungkapkan bahwa masayarkat seni rupa patut bergembira dengan kemunculan kustom kulture sebagai media baru untuk berekspresi “Art Garage yang lahir dari ruang KUSTOMFEST merupakan sebuah virus, virus yang sangat menyenangkan” tandasnya. Diki-Leos-seniman-kustom-kulture-menampi Sebagai pamungkas pada akhir pameran digelar pertunjukan proses seni secara langsung menamapilkan Diki Leos “Doodling on Gastank Chopper”. Radja Tahta Jasa “Live Pinstriping”, Jathy Pradipta “Surclas Live Tattooing – Lowrider Arte, dan tak ketinggalan Live pinstriping dengan medium becak kuno berumur 25 tahun oleh One Junx dan Titah Argayoga. Acara yang riuh dipadati pengunjung berbagai kalangan ini ditutup dengan aksi pamungkas band rockabilly El Milky Racer dan Garage Blues. Pengunjung-beramai-ramai-menikmati-pamer Penulis: Olebelo, Foto: Kustomfest