Kawasaki Binter Merzy 200

Kawasaki Binter Merzy 200

Nov 11, 2019 Custom Bike

Chopper dengan stang baplang, raw, dicat layaknya api membara di bagian tangki. Motor kepunyaan Agung Sulistyo, pemilik Julie Panther ini tampil nyentrik. Santransito, custom garage asal Solo ini adalah pelaku utamanya.

Ngobrolin tentang motor ini sama salah satu buildernya, Evan Saddam, gampang-gampang susah, kadang serius dan banyak bercandanya. Maklum selain bikin motor, doi juga bisa dibilang cukup erat dengan kegiatan seni, salah satunya art collective bernama Arus Liar yang digarapnya bersama rekan-rekan lain hingga saat ini.

“Jadi aku ngerjain motor ini nggak nyampe dua minggu, paling 12 hari dari bentuk standar. Soalnya sengaja mau ngejar Burnout,” buka Saddam, khas dengan logat Jawanya. 

Dari tampilannya udah keliatan, motor berbasis KZ200 ini tidak digarap dengan konsep yang alim-alim. Saddam bekerja bersama dua rekan yang lain, Christian Radytya dan Wahyu Sate mengangkat tema yang terinspirasi dari Buto Rambut Geni, salah satu tokoh buto dalam pewayangan.

“Nah si Buto Rambut Geni ini menggambarkan nafsu serakah dan amarah. Dia digambarkan berperangai liar, ganas, dan memiliki rambut berupa api. Makannya motor ini secara konsep dibuat ‘nakal’,” imbuhnya.

Untuk mendapat tampilan old skool tentunya motor ini memerlukan body baru termasuk frame, swing arm, tangki, knalpot, stang, dan lain sebagainya yang semuanya dicustom sesuai kebutuhan.

Dua buah corong terompet bus dicustom untuk dipasang pada ujung knalpot. Entah selain sebagai variasi, hal ini diharapkan bisa menghasilkan suara yang beda saat motor diblayer.

Biar makin nakal motor juga mengaplikasi suicide clutch yang tuasnya diberi detail handmade, uniknya bahan yang dipakai temuan dari toko teralis. “Itu bentuknya aku terinspirasi dari film dewasa. Ngeliat alat-alatnya itu loh, ya biar ada sisi-sisi ‘nakalnya’ juga,” tambah pria berambut gondrong ini.

Sementara sissy barnya juga dibuat dengan bentuk trisula sebagai penggambaran dari senjata si Buto Rambut Geni. Nah buat kemudinya, stang dibikin bergaya lowrider. Panjangnya tak pakai ukuran, hanya mengandalkan feeling yang menurutnya enak, maka langsung dipasang. Boleh juga sih, jadi menambah kesan pongah saat mengendarainya.

Perupaan rambut api yang dimiliki salah satu buta dari empat sekawan ini ditorehkan melalui lettering flame di bagian tangki dan fender. Motif apinya dibuat seakan menyala-nyala, persis seperti rambut si Buta. Berkombinasikan warna merah, oranye, kuning dan hitam. “Yang bikin api-apinya Yoga Pranata, sales keramik, ternyata bisa pinstripe dia,” celetuknya.

Kaki-kaki dibuat santai saja sesuai dengan gaya simple motor ini, dengan sepasang roda jari-jari, dan ditopang shock limbah Megapro yang dibubut habis.

“Yang punya ini sampai sekarang belum pernah naikin motornya. Nyetarter ndenger suara motornya aja belum pernah, cuma lihat di event, oh motornya udah jadi. Mau kemana kita?” tutupnya.

Teks: Wildaf, Foto: Ardhy Kencana.