Kawasaki D-Tracker 250 | More Than Supermoto

Kawasaki D-Tracker 250 | More Than Supermoto

Okt 28, 2019 Custom Bike

Kawasaki punya strategi yang berbeda dengan pabrikan Jepang lainnya dalam memasarkan produknya di tanah air. Seperti saat rivalnya sibuk bermain motor matic, pabrikan geng hijau ini justru asik sendiri dengan memainkan motor-motor adventure sejak 2009.

Salah satu variannya yang cukup menggoda para pecinta aliran supermoto saat itu adalah kemuculan Kawasaki D Tracker 250. Motor yang basicnya diambil dari trail KLX 250 ini Termasuk varian dual purpose pertama yang ditawarakan konsumen di tanah air. 

Kini posisi D Tracker 250 sebagai motor dua purpose sudah digantikan oleh varian baru yang menawarkan Versys 250cc. “Karena mungkin sudah bosan dengan tampilan standarnya banyak pemilik D Tracker 250 yang akhirnya custom motornya,” ujar Ketut Hargunanto, mekanik sekaligus builder dari Protuner Motorcycles di Kerobokan, Bali.

Seperti karya terbarunya yang menampilkan ubahan bergaya street tracker basicnya diambil dari Kawasaki D Tracker 250.  Seluruh body aslinya sudah tidak terpakai lagi, hanya kaki-kaki dan rangka utama saja yang masih tetap dipertahankan.

“Konsep ubahannya lebih ke Neo Street Tracker, mengedepankan desain dengan tampilan futuristic jadi ubahan bodynya dibuat lebih menyudut, untuk tangki dan cover body kanan kiri gue bentuk seperti triangle,” lajut mekanik bertubuh langsing ini.

Oh ya, untuk seluruh bagian bodynya mengandalkan material plat aluminium dengan ketebalan 3 mm. Begitu juga cover lampu andalkan bahan yang sama dengan mengandalkan dua buah lampu LED model persegi yang cocok bersanding dengan desain bodynya.

Selanjutnya kita bedah areal kaki-kakinya. Untuk frame rangka utama masih tetap pertahankan hanya saja subframe aslinya dipotong yang kemudian diganti subframe baru dibuat dengan model knock down.

Supensi depan masih tetap andalkan bawaan motor model upside down yang tentunya masih mendukung tampilan motor. Begitu juga dengan lengan ayun atau subframe juga masih pakai part aslinya. Kaki-kaki makin kokoh setelah dipasang pelek ring 18 dengan profil ban model monoblock yang cocok bersanding dengan style Neo Street Tracker.

MBTECH GIORGIO

Untuk desain joknya, Ketut meyesuaikan subframe yang dibuat simple. Nah, untuk itu dia mau joknya juga mendukung desain body secara keseluruhan. Jadi sengaja enggak mau pilih pelapis jok yang berkelir hitam karena terlalu standar warnanya dan justru menggangu secara desainnya. 

“Pas banget nih, sodoran produk terbaru dari MBtech Giorgio ternyata punya pilihan warna yang banyak banget. Ada 40 pilihan turunan warna yang bisa kita padu-padankan dengan cat yang sudah melekat di bodi motor seperti pada motor neo street tracker garapan gue ini,” lanjutnya.

Nah, kalau untuk kelir seluruh body motor pada D Tracker 250 ini dipilih oleh Ketut kelir hijau tosca metalik dengan striping hijau tua di bawah areal tangki sampai cover radiatornya.

Custom specs:

Stang : Fatbar

Front shock : Stock

Swing Arm : Stock

Stang : Yamaha DT

Cover Seat: MBtech Giorgio

Fenders : Custom

Cover lamp : Custom

Tyre : Shinko E700

Details : Aluminium

Teks: Oleb, Foto: Herry Axl.