Mabua Harley-Davidson |Dealer Iskandarsyah Resmi Ditutup

Nov 04, 2015 Event
MHG_Mabua-Gastank_03.jpg “Saya bekerja di Mabua sudah 13 tahun, gedung Iskandarsyah ini sudah sekitar tujuh tahun dan menjadi aset pertama Mabua. Gedung ini menyimpan banyak memori bagi kami dan para pekerja, ada pekerja yang mendapat cintanya disini dan ada juga yang pisah,” ujar Djonnie Rahmat, selaku Direktur Utama PT Mabua Motor Indonesia saat konferensi pers pada Jumat (30/10). Ya, Mabua Harley-Davidson baru saja melakukan konsolidasi untuk meningkatkan layanan dan kepuasan konsumen. Dengan cara menutup dealer Mabua Harley-Davidson Iskandarsyah dan memindahkan ke Mabua Harley Davidson Pondok Pinang terhitung dari Senin (23/10). Djonnie Rahmat menambahkan pemindahan ini juga dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan rekan bikers dan komunitas motor Harley di Indonesia. “Pondok Pinang tempatnya lebih luas dan secara fasilitas juga lebih lengkap. Karyawan di sini sebagian besar kami pindahkan ke Pondok Pinang, namun beberapa yang masih statusnya kontrak tidak kami perpanjang kontrak kerjanya tetapi semua haknya akan kami penuhi dan ini semua kami lakukan sesuai peraturan pemerintah”, tambahnya. Krisis Ekonomi Menjadi Faktor Utama Harley-Davidson merupakan motor premium yang terkenal akan keloyalan penggunanya, namun dalam sisi penjualan sejak 2014, mulai terjadi penurunan hingga sekitar 50 persen dan situasi ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan sulitnya bertahan bagi Mabua Harley Davidson. Terlebih, akhir-akhir ini pemerintah meningkatkan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) dari semula 75% menjadi 125% dan peningkatan tarif Bea Masuk beberapa barang impor yang menyebabkan kenaikan untuk kendaraan mewah roda dua menjadi sebesar 40%. Peningkatan pajak ini membuat Harley Davidson mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam penjualannya di Indonesia. “Secara eksternal kami telah melakukan sejumlah upaya, di antaranya bersama perusahaan pemegang merk kendaraan bermotor ultra premium lainnya yang membentuk Asosiasi Kendaraan Ultra Premium Indonesia (Akupindo) untuk berdialog dengan pemerintah, melibatkan media massa untuk mengkritisi masalah perpajakan tersebut,” tulis Djonnie dalam press release. Terkait hal ini, PT Mabua Harley-Davidson harus membuat beberapa langkah untuk dapat bertahan di tengah krisis ekonomi Indonesia dan pajak yang memberatkan konsumennya. “Karena adanya hal ini kami mencoba melakukan beberapa tawaran kepada konsumen, salah satunya dengan menawarkan moge berkapasitas 500 cc. Tapi ternyata, hasilnya kami hanya bisa menjual sebanyak 250 unit sampai dengan September ini,” ujarnya. Konferensi pers yang diselanggarakan pada hari terakhir penggunaan dealer Mabua Harley-Davidson Iskandarsyah turut menghadirkan beberapa perwakilan konsumen dan menghadirkan pula Ketua HDCI Pusat Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna untuk ikut memberikan kalimat “perpisahan” kepada media yang hadir pada acara tersebut. Teks: Muhammad Hafizh Gemilang Photo : Muhammad Hafizh Gemilang