Riding with the wind ( Vol 2 ) | Melestarikan Jalak Bali Lewat Karya Instalasi

Riding with the wind ( Vol 2 ) | Melestarikan Jalak Bali Lewat Karya Instalasi

Feb 24, 2020 Hangout

Ajang pameran karya bertajuk Riding The Wind 2, Motorcycle Diary by Mstomcustom  baru saja terselenggara di Deus Galery Jl Batu Mejan No.8 Canggu, Bali. Yang dibuka pada Jumat 21 Februari 2020 Pukul 19:00 WITA.

Pameran yang cukup padat dihadiri pengunjung dari berbagai kalangan seperti kolektor, seniman, Alumni Seni Rupa ITB, perwakilan dari beberapa klub motor dan penikmat motor custom dari mancanegara.

Acara seremoni dibuka oleh Dylan perwakilan Deus Temple dan Seruni dari Yayasan Begawan juga hadir Rifky Effendy selaku kurator Seni Rupa yang memang diundang.

“Jujur saya haru tentang niat Mastom yang akan mendonasikan hasil lelang karya Instalasi berwujud motor yang berjudul "L/R" atau "Motor Jalak Bali". Judul L/R diambil dari kepanjangan nama latin jalak bali yaitu Leucopsar Rothschildi.,” ujar Seruni juga menyampaikan Begawan Fondation yang merupakan yayasan konservasi Jalak Bali mengharapkan perhatian kepada masyarakat agar turut serta berpartipasi dalam kegiatan konservasi burung endemik tersebut yang sudah mulai punah lewat Lelang karya instalasi berjudul "L/R".

Sementara Bpk Rifky Effendy selaku kurator, menyampaikan Karya Instalasi yang akan dilelang lebih tepat dikatakan sebagai sculpture atau Seni Patung karena dibuat dengan hati dan studi yang cukup baik hasil

Interpretasi Mastom terhadap Jalak Bali dimotor Kawasaki GTO 110 Mach II 1981 ada pada beberapa detailnya . Tidak hanya warna biru metalik dan putih mendominasi karya tersebut namun syarat akan makna seperti bentuk fender depan yang menyerupai paruh, fender belakang yang menyerupai bentuk dan motif ekor jalak bali. Stripping tangki diambil dari garis streamline jalak bali dari kepala hingga pundak.

“Tangki bagian kiri terpampang tulisan Leucopsar  dan Rothschildi pada bagian kanan keduanya berwarna putih dengan dasar warna biru metalik sesuai dengan alis Jalak Bali yang berwarna sama,” ujar Tommy Dwi Djatmiko yang akrab disapa Mastom mengenai motor garapannya.

Mastom pun menyampaikan tak hanya interpretasi secara visual namun juga secara audio, knalpot yang diubah pun ia pikirkan agar menghasilkan suara mirip jalak bali dengan memanfaatkan ujung knalpot mobil VW kodok.

Lelang karya instalasi ini mulai dibuka saat pembukaan pameran secara online lewat Instagram : Mastomcustom dan ditutup pada hari Minggu 22 Maret 2020 pukul 22:00.

“Melelang karya instalasi ini merupakan inisiatif pribdi saya sekligus mewakili BFEC (Brotherhood For Ecology & Conservation) sebuah program sosial yang ada dalam keluarga Bikers Btrotherhood MC Indonesia,” lanjut Mastom.

Di hari pertama saat pembukaan beberapa karya lukis dari Mastom sudah mulai tertera Sold ditandai dengan stiker berwarna merah.

Keesokan harinya Sabtu, 22 Februari 2020 Mastom dan Ulang Alik mengadakan workshop untuk anak yang sangat seru yaitu Build Your Motorcycle Paper Puppet !

 Teks: Oleb Foto: Istimewa