Suzuki GSX400 1990 | Brat Cafe Racer Dari Timur

Suzuki GSX400 1990 | Brat Cafe Racer Dari Timur

Mei 28, 2021

Yuwono Jati Builder builder muda dari Lunatic Custom Motorcycle namanya sempat terangkat lewat hasil karyanya Suzuki GSX-R 400, sosok cafe racer bertampang garang. Motor ini ikut di ajang Kustomfest 2018 dan menyabet juara dua pada kelas Bike Main Class di atas 250cc kategori cafe racer.

Lama tak terdengar kabarnya, motor Suzuki GSX-R 400 yang oleh Jati yang diberi nama Zero ini sudah pindah tangan.  Saat ini motor sudah menjadi milik Haryadi Sirajudin salah satu custom enthusiast yang tinggal di kota Makassar.

Di tangan Adi, sapaan akrab Haryadi Sirajudin tampilan motor yang semula dengan konsep half fairing ini sudah ubah untuk tampil lebih fresh. “Ubahan awal waktu saya ambil dari Lunatic Garage memakai fairing dan tangki kustom, kalo sekarang saya tidak menggunakan fairing lagi. Saya aplikasikan dengan menggunakan tangki original GSX-R 400, supaya tetap mempertahankan  karakteristik dari motor aslinya,” jelasnya.

Sedangkan untuk bodi belakang yang semula menyatu dengan fairing, tangki, dan body belakang atau biasa disebut desain unibody sekarang ditanggalkan. Sebagai gantinya dibuat simple oleh Adi dengan mengganti jok yang mengikuti subframe.  “Saya ingin membuat sesuatu motor yang simpel tapi gahar dengan konsep brat cafe racer,” lanjut pria ramah ini.

Tampilan kaki-kaki hampir tidak ada yang berubah masih bawaan dari Lunatic Garage. Memang jika melist list part yang terpasang benar-benar istimewa mengandalkan part copotan limbah moge dari motor-motor pilihan.

Seperti untuk satu set shock depan mengandalkan model shock upside down bawaan Kawasaki ZX10R keluaran 2011-2013. Sedangkan yang istimewa swing arm atau lengan ayunnya mengandalkan copotan original Ducati Multistrada yang ditopang oleh shock belakang YSS monoshock produk aftermarket.

Sedangkan untuk bagian roda juga dipasang velg yang cukup sulit berburu limbahnya yaitu sepaang velg ENKEI Original Ducati Diavel front end 3.50 inch width 17/17 nurture width 8 inch. Untuk ban depan Pirelli Diablo Rosso II 120/70-17/  sedangkan belakang Pirelli Diablo Rosso II 240/45-17.

Untuk mengolah tampilannya beberapa detail motor juga sudah diubah oleh Adi yang dikerjakan oleh Saddam builder Dam's Garage yang berlokasi di jalan Petapunggawa, Makassar. 

Seperti cover mesin bagian kanan, dicoak dan dibuat transparan. Untuk sambungan pengungkit tuas rem dan presneling kaki diganti dengan gigi-gigi yang terlihat unik. Serta model fender depan yang dibuat lebih berisi. 

“Secara keseluruhan saya suka gaya cafe racer ini, karena kalau saya melihat peminatnya mulai berkurang khususnya di Makassar dengan konsep brat caferacer dan aplikasi detail seperti ini, Sering sekali di jalan raya atau jika saya parkir di jalan selalu menjadi pusat perhatian,”  ujarnya.

Motor yang semula bernama Zero sudah berganti nama menjadi Capres.  “Capres itu adalah bahasa singkatan capek dan rese, Karena dengan motor ini kalau kita pakai touring biasanya sih cepat capek dan terus kalau sudah capek biasanya rese mulu hahahaha,” guraunya.

  Teks: Fiddin Foto: Erick Andaresta