Threat For Society “SOCIETY DISTORTION” Phase 01

Threat For Society “SOCIETY DISTORTION” Phase 01

Des 23, 2019 Event

Di penghujung tahun 2019, ‘Society Distortion’ Phase 01 selesai diselenggarakan akhir pekan, Sabtu (21/12) di Keep Keep, Jalan Kiputih 1A, Bandung. Acara perdana yang digagas oleh kolektif Threat For Society (TFS) ini tak hanya menampilkan showcase kendaraan dan karya, namun menjadi wadah yang menjembatani komunitas extreme sport khususnya otomotif.

Pukul 10.00 WIB pagi acara sudah dibuka untuk umum. Setidaknya ada 26 automotive community dari Bandung dan luar kota ikut serta di acara ini.

“Acara ini sebenernya connecting dots aja antar komunitas. Anak sepeda bisa ketemu komunitas campers, atau anak mobil juga ternyata punya motor. Blend in semua yang baru dan yang lama. Mereka bisa saling ngobrol, kenalan, end up abis dari sini mereka bikin sesuatu. Itu sih aim kita,” jelas Sakrya Adiguna atau Adit dari Threat For Society.

Seperti namanya sendiri, Society Distortion wants destroy class society, means tidak ingin mengkotak-kotakkan komunitas. Mau pengguna mesin besar, kecil, pakai Harley atau Vespa, justru menyatukan agar bisa menghasilkan sesuatu yang positif. “Memang komunitasnya banyak, justru kita nurunin semua atribut kita dan jadi melting pot-nya di situ,” imbuhnya.

Di area Keep Keep yang cukup luas setidaknya ada 40 kendaraan yang terdiri dari mobil, motor dan sepeda berbagai jenis didisplay. Ada classic car, Porsche, VW, Eropa, Japanese, cross bike, custom, motor kecil dan sepeda. @thegoodrides, Chandra (BBQride), Decky Sastra (Motornasional ) dan @meatandgrind juga mengisi experience sharing session di tengah acara. Terakhir entertainment berupa penampilan music dari @ct_ct, @eone_cronik dan @bosborot turut melengkapi akhir pekan tersebut.

Society Distortion Phase 01 berlangsung seru dan mendapat sambutan bagus dari semua yang hadir. Direncanakan bakal jadi event tahunan atau per-6 bulan di Bandung.

“Yang terpenting sejak awal aim kita adalah lebih ke doing something after bagi mereka yang datang. Phase 2 nanti kita pengennya sih lebih banyak variety dan lebih happening lagi,” tutup Adit.

Teks: Wildaf, Foto: Istimewa.