Throwback Thursday | Honda 90Z 1979 Lawless Jakarta Garage

Throwback Thursday | Honda 90Z 1979 Lawless Jakarta Garage

Feb 12, 2020 Custom Bike

Artikel Throwback Thursday (TBT) sengaja kami tampilkan untuk Gastankers buat bernostalgia. Ulasan ini seputar motor-motor custom atau liputan Gastank lainnya mengingat kembali artikel yang pernah di publish beberapa tahun lalu. Sekaligus dapat mengikuti perjalanan skena custom di tanah air.

Nah, seperti sosok Honda 90Z keluaran 1979 garapan Lawless Jakarta Garage yang kami abadikan pada 2014 lalu. Motor milik Lucky Setiawan ini juga menjadi salah satu peserta balap Fun Race garapan Gastank Magazine yang bertajuk GasTank  Vintage & Custom Motorcycle Race pada gelaran CST Indonesia Motorcycle Fest 2014 di Plaza Timur Senayan.

Motor kinyis-kinyis  yang sudah dimodifikasi bergaya Scrambler ini berani meladeni seluruh rivalnya yang punya kapasitas mesin lebih besar. “Ah pede aja namanya juga fun race buat seru-seruan sama tambah foto narsis,” beber Lucky sang pemilik motor dari Lawless  Jakarta.

Lucky percaya diri dengan motornya untuk menaklukkan lintasan tanah karena motor yang standarnya buat jalan raya sudah diubah bergaya scrambler.  Wajah baru dengan tampilan scrambler ini sebetulnya memiliki ubahan yang tidak terlalu extrim, sebab part bawaan motor standar masih tetap jadi andalan.

Gaya scarmbler ini sebetulnya dari perkembangan produksi motor  saat era 1950-1970an, selain pabrikan memproduksi motor jalan raya juga disiapkan tipe dual purpose dari basik motor yang sama.  Dengan kebutuhan saat itu motor juga dipakai untuk melintasi jalan tanah dan berbatu. “Biasanya kalau versi dual purposenya perbedaan hanya pada bagian knalpot yang lehernya dibuat ke atas, setang lebih lebar, spatbor tipis, dan pakai bahan kasar,” urai Yusuf Abdul Jamil builder dan salah satu owner Lawless Jakarta.

Nah, basik motor milik Lucky ini diambil dari Honda 90Z, tetapi tangki dan lampu depan sengaja diganti pakai Honda 90S biar terlihat lebih lawas. Untuk bergaya scrambler butuh spatbor depan dan belakang yang lebih simple makanya dibuatkan lagi dengan bahan plat besi. Gaya motor tanah, spatbor depan sengaja ditempel pas di bawah segitiga depan.  Oh ya, bagian rangka monokok pada belakang motor sengaja dipotong oleh Ucup biar posisi dudukan spatbor belakang bisa lebih masuk.

Buat kemudinya dipercayakan setang baplang atau lebar copotan dari Honda Win versi trail. “Setang model kayak gini jarang ada lumayan susah carinya karena Honda Win versi trail Cuma diproduksi terbatas,” lanjut Ucup sapaan akrab Yusuf Abdul Jamil yang mengganti knalpot model trail kedua bannya dengan kembangan ban kasar tipe trial.

Meskipun motor tanah tahap finishing juga jadi perhatian, seluruh areal mesin, tabung sok depan, dan tromol dipoles biar lebih kinclong. Sedangkan pada body dipilih kelir abu-abu berpadu dengan silver pada bagian tangkinya.  “Emblem dan cover plat ditangki juga ikut dilengkapi biar tampil kayak motor orisinilan,” tutup Lucky yang sangat puas dengan tampilan motornya.

Ngomong-ngomong sekarang motornya ada dimana Boor..?

Teks: Belo Gastank Foto: Endro