TOURING KE SELAYAR | CROSS THE OCEAN

TOURING KE SELAYAR | CROSS THE OCEAN

Ags 01, 2021

Eriek Andaresta salah satu film maker dan fotografer motoran yang cukup aktif merekam aktivitas teman-temanya di skena custom kawasan Makassar dan sekitarnya. Karya-karya yang berupa film pendek dan foto perjalanan juga kerap ditampilkan pada halaman Facebooknya.

Baru-baru ini Eriek menyelesaikan touring jarak pendeknya bersama dengan teman-temannya yang tergabung di movement Keluar Main dan  Club Outsiders Makassar.

“Liburan ngegas sambil mengenali tempat bersejarah , mampir ke beberapa destinasi wisata  dan menuju titik nol Sulawesi Selatan,” ujar Eriek film pendeknya pernah tampil pada Cinemotor Motofilm Festival 2019 lalu.

Kali ini perjalanan Eriek dan kawan-kawan yang didominasi oleh motor-motor chopper garapan Hot House Garage menuju Pulau Selayar Lokasinya ada di seleah kaki bagian kiri Pulau Sulawesi. Merekapun sepakat melebeli perjalanan ini sebagai touring Cross The Ocean !.

“Kebetulan beberapa customer motornya baru saja selesai di garap dan mereka mau cobain riding yang lumayan jauh sekalian ngetes motor dan fisik hehehe,” buka Risaldi yang merupakan builder dari Hot House Garage, Makassar.

Nah, untuk menuju Pulau Selayar rombongan Hot House Garage ini harus riding terlebih dulu ke Peabuhan Bira untuk naik kapal penyeberangan. Jarak riding mereka cukup lumayan menempuh sekitar 126 km untuk sampai di kawasan Bira.

“Dari Pelabuhan Tanjung Bira baru kami ngebrang naik ferry menuju Palabuhan Benteng yang ada di Pulau Selayar. Kalau arus sedang tenang biasanya bisa ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam di atas Kapal,” urai Eriek sambil menjelaskan Untuk harga tiket penumpang Rp 24 ribu sedangkan buat motor Rp 63 ribu. Oh iya, naik kapal feri ke pulau Selayar, jadwal pemberangkatan kapal dari Tanjung Bira hanya dua kali sehari, yaitu jam 09.00 dan jam 14.00 waktu setempat ya. 

Tiba di Pulau Selayar  rombongan Hot House Garage yang berjumlah 10 orang langsung menikmati jalan di Wilayah ini dengan aspal yang mulus. Sepenjang perjalanan mereka disuguhkan dengan hamparan pantai dengan pasir putih dan laut yang membiru.

Beberapa destinasi keren yang mereka sambangi  antara lain pantai Balojaha, goa abadi Balojaha, pantai Liang Kareta, dan pantai Liang Tarusu. “Seru banget pokoknya temen-temen yang motoran ke Makassar harus sempetin waktu buat eksplor Pulau Selayar,” kompak Saldi dan Eriek.

Mereka juga menyempatkan untuk mampir di salah satu peninggalan  bersejarah di Pulau Benteng Kepulauan Selayar. Yaitu sebuah benda peninggalan sejarah berupa Gong Nekara yang informasinya menurut Eriek menjadi nekara tertua di Asia Tenggara. Lokasinya di Dusun Bontobangun sekitar 4 km sebelah selatan kota Benteng.

“Menurut informasi yang kami terima dari penjaganya nekara tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penduduk dari Kampung Rea-Rea, saat sedang mengerjakan sawah,” jelas Eriek.

Informasi dari artikel ayokeselayar.com pada tahun 1760 nekara tersebut dipindahkan ke Bonto Bangung dan menjadi kalompoang/arajang (benda keramat) Kerajaan Bonto Bangung, salah satu kerajaan di Pulau Selayar.

Para ahli sejarah menafsirkan, gong nekara itu merupakan peninggalan zaman perunggu. Kesimpulan itu diambil setelah para sejarawan melakukan penelitian dan menemukan gong tersebut terbuat dari perunggu yang bentuknya menyerupai dandang terbalik, dengan luas lingkaran permukaan sebesar 396 cm persegi, luas lingkaran pinggang 340 cm persegi, dan tinggi 95 cm persegi.

Keunikan yang dimiliki gong yang dikenal sakral itu adalah adanya motif flora dan fauna terdiri dari gajah 16 ekor, burung 54 ekor, pohon sirih 11 buah, dan ikan 18 ekor. Sementara itu, di permukaan gong bagian atas terdapat 4 arca berbentuk kodok dengan panjang 20 cm dan di samping terdapat 4 daun telinga yang berfungsi sebagi pegangan.

Pada bidang pukul terdapat hiasan geometris, demikian pula pada bagian tengah gong terdapat garis pola bintang berbentuk 16. Nekara secara vertikal terdiri atas susunan kaki berbentuk bundar, seperti silinder, badan, dan bahu berbentuk cembung.

Setelah menggali informasi menenganai peninggalan bersejarah ini perjalanan mereka pun dilanjutan menikmati destiniasi wisata lainnya di Kepulauan Selayar. “Kita nginep satu malam di Selayar, sebetulnya pengen lebih lama lagi buat explor bikin video dan foto keren,” tutup Eriek.

Teks: Belo Foto: Eriek